RSS

entah yang tak berujung

Aku benar-benar memakai topeng hari ini. Please… jangan tanya aku, aku nggak tau kenapa, tapi entahlah. Maksudku, setelah kemarahanku yang memuncak dan pertengkaran hebat kemarin, aku merasa aku cukup cuek. Kau hanya tidak tahu bagaimana rasanya. Baru kemarin aku merasa marah sampai memuncak seperti itu. Pagi tadi, ucapan ‘sorry’ sudah keluar dari mulut kami masing-masing. Tapi, maksudku, aku sendiri masih mencium bau-bau ketidaktulusan yang menyengat diantara kami. Diantara kami tiba-tiba tumbuh sekat dan ilalang yang sungguh aku tidak tahu kapan mereka bisa terbabat.

Aku tidak menyesali apa yang sudah aku katakana kemarin. Kadang-kadang manusia dengan kadar sensitivitas dan sentimental yang tinggi pun perlu dikerasi. Tidak hanya kami yang harus selalu mengalah, tapi juga yah… entah. Entah yang tak berujung

Well…, aku juga punya perasaan, Fren. Kami juga punya perasaan. Tidak hanya kau.


Saturday, 3 September 2005
11.51 pm

in remembering a sentimental friend

0 komentar ajah: