RSS

siapkan tempat untuk inspirasi

Hampir seminggu kejenuhan, kebosanan, kesepian menyerang jessie habis-habisan. Dan hampir seminggu itu, jessie seperti makhluk tak bertenaga. Yang seperti robot. Hanya mampu mengerjakan tugas-tugas rutin, tanpa bisa berpikir layaknya manusia normal.

Setelah otak ini dapat berpikir dengan normal, aku jadi bertanya-tanya dalam hati. Hampir seminggu itu aku bersikap seolah-olah aku ini pesakitan dengan hakim-hakim bernamakan kejenuhan, kebosanan dan kesepian itu. Dan tentu saja jessie tidak akan membiarkan itu berlangsung lama.

Pekerjaan yang menumpuk membangunkan jessie ke dunia nyata. Welcome back, Jes. This is your real world. Never avoid it. Tentu. Aku takkan menghindarinya. Maksudku, aku sebenarnya tidak ingin menyalahkan teman-temanku karena aku kesepian. Aku yang menghilang dari peredaran mereka dan bukan sebaliknya. Jadi, tak patut aku berpikir yang bukan-bukan tentang mereka.

Hari minggu kemarin, banyak orang menyapaku. Mereka tersenyum padaku, menanyakan kabar. Bahkan ada yang langsung memelukku begitu melihatku. Perasaan terkejut, senang dan terharu campur aduk di dalam sini. Dan aku tahu, aku tak pernah kehilangan mereka. Jessie mungkin tak memiliki sahabat, tapi ia punya banyak teman-teman yang siap membantu.

Beberapa hari ini, seorang teman banyak bercerita tentang masalahnya. Masalah keluarganya. Masalah pasangan hidupnya. Masalah pekerjaannya. Masalah masa depannya. Sambil berkali-kali mengatakan bahwa aku salah satu orang terberuntung di seluruh dunia karena aku tak perlu dirubung masalah sebegitu banyak dalam satu waktu. Melihat itu, aku jadi berpikir kembali, benarkah aku ini seberuntung itu. Seperti kembali disadarkan bahwa aku tidak cukup bersyukur terhadap apa yang aku punya sekarang. Maafkan aku, Tuhan.

Hari ini, semangat itu kembali meletup. Adanya masalah dalam pekerjaan justru memunculkan apa yang hilang selama seminggu. Dalam waktu yang bersamaan datanglah inspirasi untuk menulis. Natal yang kian dekat membuat aku kangen menulis naskah. Pembaca yang budiman, jujur saja, aku tak pernah percaya diri dalam hal menulis naskah. Aku tak pernah yakin aku bisa. Aku bisa menulis, itu betul. Tapi tidak menulis naskah. Tapi entah bagaimana, inspirasi itu tiba-tiba menclok, membuat aku bersemangat untuk pulang dari kantor, cepat-cepat mandi biarpun udara dingin, ngopi sejenak dan duduk manis dihadapan komputer pentium 1 kebanggaanku sambil menuangkan semua ide imajinatif yang ada di kepala. Sesuatu yang membuat hidup jadi lebih hidup, menyingkirkan kepenatan yang ada.

Mungkin aku masih tetap perlu berlibur. Membunuh waktu dengan menulis, bercanda dengan karakter-karakter yang sedang kuciptakan dan membiarkan jessie melahirkan sesuatu. Untuk mengubahnya. Mengubah orang-orang disekitarnya. Mengubah sesuatu menjadi lebih baik.

Monday, 24 October 2005
09:34 pm

Menulis adalah perjalanan menuju suatu kelahiran. Dan karya yang dilahirkan ibarat air nan bergulir bebas di lereng perasaan dan pikiran. Ia dapat bertahan di semak. Ia bisa hinggap di akar yang merambat. Namun ia juga bisa menggelinding lancar untuk melebur dalam samudera luas. Tak ada dapat yang menghitung berapa ceruk di lereng itu. Tak ada yang tahu seberapa gerah tetumbuhan disana. Ia hanya akan mengalir … sebisanya.”
- Dee, Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, 2001-

0 komentar ajah: