RSS

tips (nggak) berguna (banget) seputar ibu hamil

Saya biasanya jarang (atau malah tidak pernah?) menulis tips-tips. Lebih banyak yang bilang tulisan saya aneh dan nggak banyak yang paham dan suka dengan tulisan saya. Yah… saya nggak bisa maksa orang suka dengan tulisan saya sih. Tapi untuk kali ini, saya kepengen menulis tips-tips berdasarkan pengalaman saya selama 9 bulan dekat dan ikut dalam pergumulan kawan saya yang sedang hamil anak pertama. Ketika saya ikut merasakan pergumulan kawan saya ini, saya baru sadar bahwa sungguh, hamil di negeri ini bisa sangat rumit. Maaf apabila saya lagi-lagi membandingkan keadaan waktu saya hamil di Melbourne dulu. Sangat berbeda. Jadi perempuan hamil di Melbourne itu jauh lebih tenang, damai, dan sentosa walaupun barangkali jauh dari kerabat yang bisa membantu sewaktu-waktu. Disini, orang hamil (terkadang) harus siap jadi tontonan. Anda ingin jadi selebriti dadakan? Hamil-lah! :D Anda laki-laki dan tidak bisa hamil sehingga tidak bisa menjadi selebriti dadakan? Hamili-lah anak politikus yang sedang berencana nyapres, unggah ke youtube, bagikan beritanya lewat media sosial, dijamin Anda juga bisa jadi selebriti dadakan! :P

Sudah gitu, orang-orang di sekitarnya juga ikutan sibuk ngasi tahu nggak boleh ini dan itu. Tapi lucunya hampir nggak ada yang ngasi tempat duduk buat orang hamil kalau pas ada acara-acara hajatan atau menjauh waktu mau merokok begitu melihat ada ibu hamil di dekatnya.

Jadi ini beberapa tips yang tidak sengaja saya kumpulkan selama 9 bulan ini (kawan saya sudah melahirkan bayi yang sehat dan lucu, selamat untuknya):
  1. Kalau Anda kebetulan melihat kenalan Anda hamil, perlakukan dia biasa saja. Tidak perlu heboh seperti melihat selebriti Hollywood atau Jokowi atau Nikita Willy atau Lee Min Ho (asli, saya sampai google untuk dapetin nama ini) lewat di depan mata. Perempuan hamil juga manusia biasa. Tidak perlu lebay bombay menyapa heboh apalagi sampai mengelus perutnya di depan banyak orang. Yang terakhir ini lain persoalan apabila yang Anda kenal itu memang sahabat Anda atau kerabat dekat Anda. Tapi kalau Anda hanya berteman biasa saja dengannya, lebih sopan apabila tidak perlu memakai elusan di perut. Apakah Anda mau kalau sedang jalan tiba-tiba ada seorang kenalan (bukan sahabat, apalagi keluarga) tiba-tiba mengelus perut Anda (yang mungkin berlemak itu)?
  2. Anda ingin memberikan perhatian pada kenalan Anda yang sedang hamil? Cukup berikan saja kursi Anda (kalau Anda sedang duduk) untuknya pada acara-acara besar seperti pesta pernikahan, ulang tahun, dsb. Atau menjauh lah darinya saat ingin merokok. Kalau hendak bertanya, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan umum seperti: “Sudah berapa bulan? Sehat-sehat saja semuanya?” Tidak perlu dilanjutkan dengan: “Anaknya cowok atau cewek?” Dan kalau Anda sudah tahu kenalan Anda itu sedang hamil anak kedua, kemudian pertanyaan “anaknya cowok atau cewek?” ini dijawab dengan jenis kelamin yang sama dengan anak pertama, akan lebih sopan apabila Anda tidak merespon dengan: “Ooo..ya nggak papa jenis kelamin sama dengan anak pertama.” Darimana Anda tahu ia ingin punya anak dengan jenis kelamin berbeda? Fyi, tidak semua ibu hamil nyaman dengan pertanyaan yang menyangkut jenis kelamin bayi yang dikandungnya. Ada yang memang belum tahu, ada yang memang tidak ingin semua orang tahu hingga waktunya nanti, ada juga yang memang karena alasan medis, jenis kelamin tidak bisa dilihat. Kalau memang Anda sungguh-sungguh memberi perhatian padanya, tunggulah saat kelahiran bayinya, toh Anda akan tahu juga jenis kelamin si bayi dalam perutnya.
  3. Tidak perlu menakuti-nakuti perempuan hamil dengan yang seperti ini: “jangan benci sama si A, nanti anaknya mirip sama si A lho” atau “jangan marah-marah sama si B, nanti kalau anakmu mirip dia gimana?”. Yang seperti ini sama sekali tidak logis, apalagi ilmiah. Coba bayangkan, bagaimana mungkin si anak akan mirip si A kalau si ibu nggak ngapa-ngapain sama si A? Bagaimana mungkin si anak akan mirip si B kalau si ibu tidur bareng sama si B aja enggak? Jadi, save your breath dengan perkataan yang sia-sia ini. Ingat Firman Tuhan, perkataan sia-sia juga harus dipertanggungjawabkan di hari penghakiman *halah* :P.
  4. Masih berkaitan dengan tips nomor 1, tidak perlu juga berlebihan dalam memperlakukan ibu hamil  dengan mengatakan tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Tidak boleh makan ini dan tidak boleh makan itu. Yang wajar saja lah. Sebab pada dasarnya kondisi tiap ibu hamil itu sangat bervariasi. Ada ibu hamil yang memang rentah keguguran dan oleh karena itu ada batasan-batasan yang harus diikuti tapi ada juga ibu hamil yang sangat sehat sehingga hampir tidak ada batasan bahkan dalam hal makanan sekaligus. Oya, minum air es bisa bikin bayi besar itu mitos lho. Yang bisa bikin bayi besar itu kalau ibu hamil punya riwayat penyakit diabetes atau memang sangat suka sekali dengan makanan dan minuman manis. Jadi bukan es-nya yang bikin besar, tapi manisnya itu. Makan makanan pedas juga nggak masalah asal tidak menjadikan si ibu diare. Kalau diare, baru bermasalah karena si ibu akan kekurangan cairan tubuh. Tapi apabila tidak berlebihan, silahkan aja santap nasi ayam penyet Bu Kris dengan sambel pedas yang legendaris itu! Segala sesuatu yang tidak berlebihan itu masih baik adanya, dan itu berlaku tidak hanya untuk perempuan hamil saja, tapi memang untuk seluruh makhluk, kecuali amoeba mamalia (iya, ini makhluk ciptaan saya, cuma belum saya patenkan, soalnya saya lagi sibuk mikirin masalah negara).
  5. Oya, satu lagi. Anda nggak perlu harus bertanya atau berkomentar kok tiap kali bertemu dengan orang hamil. Masih banyak sejuta topik yang lebih asyik untuk dibicarakan daripada lagi-lagi bertanya "Sudah berapa bulan?" atau "Anaknya cowok atau cewek?" atau "Ini anak keberapa?" atau "Udah 6 bulan? Kok kecil?" atau "Baru 4 bulan? Kok gede banget perutnya?" Yakin lah, tanpa Anda bertanya atau berkomentar pun, si ibu hamil ini pasti sudah menjawab ribuan *ini bisa betulan! :P* pertanyaan serupa dari orang lain. Just give her a break. Santai aja. Ibu-ibu hamil juga masih membicarakan soal Ben Affleck jadi Batman, soal wig-nya Nicky Minaj yang segambreng, soal cuaca yang tak keruan, soal Miss World vs Rupiah yang melemah, soal banyak manusia tak tahu diri yang mencalonkan diri jadi presiden tahun depan, soal rumah makan yang baru buka, dsb kok. 

Saya nggak ahli menulis tips sih. Jadi minta maaf kalau ada yang sudah telanjur baca ini karena mengira akan berguna untuk bangsa dan negara tapi pada kenyataannya tidak. Saya siap bertanggungjawab di hari kiamat nanti dan akan berkata bahwa yang saya tulis ini murni berdasarkan pengalaman dan perasaan pribadi. Dan untuk kawan saya yang baru saja melahirkan: selamat menempuh hidup baru! :)

*Waktunya undur diri sebelum ditimpuk tomat busuk, telor ceplok dan es cendol sekaligus oleh para pembaca* :P

Thursday, 5 September 2013
12:28 pm

PS: Gambar diambil dari sini

1 komentar ajah:

Adhi Kristijono said...

Ibu hamil main teater, monoplay lagi, ada nggak ya Jes? mungkin asyik juga ya Jes, bermain dengan anak masih di kandungan.

Namanya masih monoplay gak gitu itu? Duet kan? duoplay kali. Jangan-jangan tripleplay. Wah, asyik dong Jes. Langsung 3, jadi pas deh sbg tim bola volley.

Eh, ngomong-ngomong kamu apa ya suka ngajak ngomongin si calon baby ini sambil ketawa-ketiwi? nah, kalo itu emang asyik jadi naskah monolog.

omong-omong lagi, kamu udah terbersit belum tema naskah monoplay seputar wanita hamil.

nah, kalo udah selesai.... kirimin aku ya..
Omong-omong...., aku lagi bayangin kalo kau main monplay jadi wanita hamil itu bagus kagak mainku....?

hmm.... aku tunggu tulisanmu dan kupertimbangkan untuk main deh.

Selamat menjadi Wanita Hamil yang tetap suka nulis, Jes.