RSS

dagangan alam

Pada waktu saya pulang ke Pekalongan, saya sempat membaca artikel di surat kabar lokal dengan tajuk: "Dagangan bernama Alam". Saya lupa persisnya, tapi si penulis mencatat bahwa seorang mantan pejabat membuka obyek wisata di suatu tempat di Jawa Tengah yang masih 'perawan' alias jarang tersentuh tangan manusia. Dan karena si mantan pejabat ini mengeluarkan cukup banyak biaya untuk membuat daerah ini jadi obyek wisata, setiap manusia yang hendak datang untuk menikmati pemandangan alam disitu tentu saja harus membayar. Katanya sih... nggak mahal. Hanya untuk biaya pemeliharaan saja.

Setelah membaca artikel itu, saya merasa giris. Kenapa? Karena manusia betul-betul sudah memanfaatkan alam yang sudah diberikan secara GRATIS oleh Sang Pencipta. Berapa banyak obyek wisata di Indonesia ini dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan dan untuk melihatnya, kita dikenakan biaya? Bahkan untuk ke toilet yang dibangun disitu saja, pengunjung harus merogoh koceknya barang lima ratus sampai seribu perak. Kalau cuma pipis lho ya.. kalo sama buang air besar ya lebih mahal. Apalagi kalau mandi.


Berpikir lebih jauh lagi, saya melihat sebuah fenomena yang aneh tapi nyata. Manusia-manusia sekarang ini malah lebih menghargai dan memilih mesin/benda mati daripada alam yang hidup yang cuma bisa diciptakan oleh Tuhan. Kalau kamu ditanya (saya juga): pilih mana, ke Sarangan lihat danau dan menikmati pemandangan atau ke JatimPark main-main wahana macam roller coaster, rumah hantu, dsb? Kebanyakan pasti memilih JatimPark, benar? Dengan alasan:
Sarangan ga ada apa-apanya tauk... cuma liat telaga gitu doang. Rugi dah biaya bensin kalo cuma buat pergi lihat telaga. Kalau JatimPark lebih seru! Bikin adrenalin meningkat! Padahal yang dibilang seru itu lho buatan manusia semua. Telaga yang seperti di Sarangan itu kan buatan Tuhan. Emang ada ya manusia yang bikin telaga seindah itu? Atau malah jangan-jangan ada yang terang-terangan bilang: orang kalo berlibur tuh ke Jakarta aja... banyak mal-nya tuh, bisa shopping sampe bosen! Orang-orangnya juga modern, pake baju bagus semua, berbudaya itu namanya, nggak kayak desa yang mau lo kunjungin, mau lihat apa disana? Orang kampung semua, orang desa semua, orang nggak berbudaya tuh.... *kalo sampe ada yang ngomong begini di depan saya mungkin saya tinggal begitu saja hehehee... ngoceh sendiri aja lo! peace!*

Sama dengan tujuh keajaiban dunia yang sebenar-benarnya ketujuh-tujuhnya itu juga buatan manusia! Padahal ada begitu banyak keajaiban di dunia yang nggak mungkin bisa dibuat oleh tangan manusia. Pelangi di langit. Hutan-hutan. Padang rumput yang luas. Bunga-bunga yang beraneka warna. Sistem kerja bagian dalam tubuh manusia. Itu semua
absolutely amazing, tapi jarang kan tersebutkan sebagai keajaiban? Alam yang diberikan secara GRATIS sama Tuhan ini memang sudah dimanfaatkan. Tapi kalau pemanfaatan itu diikuti dengan pemeliharaan saya rasa masih ok-lah. Asalkan tidak dimusnahkan dan diganti dengan mal, apartemen bertingkat, perumahan mewah, lapangan golf (yang bukan untuk konsumsi semua orang) atau pusat perbelanjaan. Karena negara kita ini masih butuh udara segar dan tumbuh-tumbuhan hijau yang bisa mencegah banjir. Kita sudah dikasih tanah paling subur di seluruh dunia lho! Kalau orang-orangnya masih mikirin tentang pembangunan mal melulu (bikin orang jadi konsumtif tuh!), ya JANGAN HERAN kalau masih banjir setiap tahun!

Friday, 18 July 2008
10:09 am

0 komentar ajah: