RSS

my favorite things

Dulu saya tergila-gila dengan film Sound of Music. Entah sudah berapa kali saya putar sejak saya pertama kali nonton. Kadang-kadang saya membayangkan seandainya saya jadi si Maria-nya (tapi ogah ah, masa baru kawin aja anaknya udah 7!). Tapi lebih sering saya ngebayangin jadi si Liesl sih karena terpesona menonton adegan dia menari-nari di gazebo bareng Rolfe tukang pos sambil nyanyi "I am sixteen going on seventeen, I know that I'm naive.." Ya maklum waktu itu saya nonton memang lagi remaja gitu.. jadi kan enggak salah kalau saya ngebayangin jadi Liesl? Adegan lain yang saya sukai adalah adegan di kamarnya Maria pada waktu hujan petir bersama anak-anak Von Trapp - waktu mereka nyanyi The Favorite Things. Pada saat itu sih saya bingung kok favoritnya aneh-aneh semua, kayak tetesan air hujan pada bunga mawar, kumis anak kucing (Raindrops on roses and whiskers on kittens) atau kotak cokelat yang diikat oleh tali (Brown paper packages tied up with strings) atau butiran salju yang jatuh diatas hidungku dan bulu mataku (Snowflakes that stay on my nose and eyelashes).

Kemudian saya mencoba mengingat-ingat apa-apa saja sih yang menjadi favorit things saya. Dan ternyata jadi seperti ini daftarnya:

1. Bau kopi dalam ruangan tertutup.
Entah kenapa saya suka sekali dengan bau kopi. Rasanya seperti bisa mengirimkan energi tersendiri gitu lho *iya saya tahu ini alasan aja soalnya saya memang doyan ngopi*. Makanya dulu waktu saya married temanya ya berbau kopi dan berwarna cokelat krim. Sebenarnya saya juga pengen ruangan resepsinya bau seperti di Starbucks itu, tapi susah bikinnya. Harus belanja biji kopi banyak-banyak kayaknya..

2. Bau rumput yang habis dipotong dan kena air hujan.
Saya baru sadar hal ini pada waktu beberapa hari yang lalu datang ke kantor yang halaman rumputnya baru dipotong dan kena air hujan. Harummmm sekali baunya. Jauh lebih harum daripada bau kentut orang yang habis makan jengkol.

3. Bunyi air hujan.
Apalagi kalau saya sudah di rumah. Bukan, bukan yang tik tik tik bunyi hujan di atas genting... Ehm, tapi sebenarnya saya suka hujan. Saya selalu kepengen lari keluar rumah atau keluar kantor kalau lagi hujan, tapi memang kehidupan orang dewasa itu tidak pernah terlalu menarik. Lebih sering enggak jadinya karena bakal dianggap orang edan. Tetangga-tetangga pasti pada keluar dan sibuk nengking saya, begitu juga teman-teman kantor bakal pingsan kebingungan karena saya lari ke lapangan hijau di depan ruangan saya pada waktu hujan. Tapi saya suka hujan. Makanya saya enggak pernah bawa jas hujan meskipun naik motor. Badan yang basah karena kehujanan rasanya cukup nikmat untuk dirasakan. *Pantes batuk saya enggak sembuh-sembuh*

4. Tawa teman-teman saya.
Enggak ada yang lebih bikin saya seneng mendengar teman-teman saya mendengarkan saya bicara dan kemudian mereka tertawa. Iya, saya ngaku, sebenernya dulu saya enggak kepengen jadi bintang film atau penyanyi, tapi lebih pengen jadi badut atau pelawak dan masuk dalam grup srimulat. Sekarang aja kalau pas nonton Extravaganza saya merasa kepengen gabung sama mereka (alasan aja, yang sebenernya saya kepengen ketemu Omesh).

5. Roti cokelat buatan sendiri.
Kalau pagi saya suka bikin roti cokelat. Roti ini saya pakai untuk melengkapi menu sarapan saya yang lain yaitu: kopi. Caranya mudah sekali. Tunggu tukang roti yang biasa lewat di depan rumah, karena biasanya mereka bawa roti-roti baru. Tapi kalau tukang roti enggak lewat-lewat sementara perut udah nagih atau jam dinding pun tertawa, eh salah, maksud saya jam dinding menunjukkan kalau sudah waktunya berangkat kerja maka terpaksa saya meluncur sejenak ke minimarket terdekat untuk beli roti dengan menanggung resiko roti itu tidak terlalu baru alias roti kemaren. Kalau roti sudah di tangan, saya biasanya ambil dua lembar, saya olesi mentega (menurut saya, palmboom lebih oke daripada blueband) dan saya taburi meses ceres cokelat original (ingat, yg original, bukan yang susu, rasanya lain!). Setelah itu... makan time! Enggak ada yang lebih nikmat selain roti buatan sendiri, menteganya pas, mesesnya pas, enggak pake panggang-panggangan!

6. Boneka ika
n pari hitam saya.
Boneka ini dibelikan oleh ex-boyfriend saya yang sekarang menyandang status sebagai hubby saya. Saya
masukkan boneka ini dalam daftar ini karena boneka ini mengingatkan saya bahwa saya punya kekasih yang ajaib. Dimana kekasih-kekasih yang lain lebih repot membelikan pacar-pacar mereka boneka Teddy Bear yang manis atau boneka anjing-anjingan yang lucu atau Winnie the Pooh yang kuning nan montok, dia malah membelikan saya boneka pari hitam. Enggak ada manis-manisnya sama sekali. Tapi boneka itu juga lah yang meyakinkan saya bahwa memang saya lebih suka dapat hadiah yang ajaib daripada hadiah yang biasa-biasa aja. Ini mengingatkan saya untuk bilang terima kasih juga buat cicik ipar saya (hai, cicik!!) atas kado ultahnya yang bikin saya membelalakkan mata karena tidak ada sekalipun dalam pikiran saya bakal membeli gaun seperti itu. (jangan pada penasaran!)

7. Lelucon papi saya.
Papi saya adalah salah satu orang paling konyol yang saya kenal. Di samping kebiasaan-kebiasaan buruknya yang saya benci (seperti: menumbuhkan kumis tebal, membatalkan janji mendadak dan meneror saya dengan pertanyaan kalau saya dapat telepon dari teman laki-laki). Salah satu lelucon yang papi saya buatkan untuk saya yang paling saya ingat adalah begini. Waktu itu saya pergi berdua ke pantai pagi-pagi sekali. Rasanya saya masih SD, entah kelas dua atau kelas tiga. Baru saja sampai di pantai, saya bilang ke papi saya: "Pi, yesi kebelet eek." Papi saya enggak lantas heboh, dia malah mencari-cari sesuatu diatas pasir, kemudian tangannya mengambil sesuatu itu terus ditaruh ke telapak tangan saya. Sebuah batu kecil. Saya jadi bingung. Otak anak kecil saya berpikir, papi aneh nih, orang kebelet eek malah dikasi batu. Papi saya bilang: "Kamu pegang batu itu sampai kita pulang ke rumah." Alhasil, sampai di rumah papi saya tanya: "Sudah sana eek." Malah saya yang sudah lupa kalau kebelet. Waktu sudah besar, saya jadi tahu kalau papi saya kasi saya batu bukan buat cebok atau bikin wc di tempat, tapi untuk membuat saya berpikir dan lupa kalau saya kebelet eek. Hmm.. saya jadi kangen papi saya nih (fyi, papi saya sudah meninggal tiga tahun yang lalu).

8. my little dude's smile.
Banyak yang bilang anak saya
kalau senyum mirip banget sama saya. Ah, bilang aja senyum saya manis, kok repot amat bilang anak saya kalau senyum mirip sama saya segala. Tapi memang enggak ada yang ngalahin senyum anak saya di mata saya. Kalau dia lagi nyebelin, lagi bikin ulah, lagi menuntut perhatian sepenuhnya dari saya padahal saya bener-bener kebelet pipis, kemudian dia tersenyum, hati saya leleh (lu kata es batu?). Saya khawatir nanti kalau sudah besar dia bisa menyogok saya kalau tahu tentang hal ini. Misalnya: "Mom, minta mobil dong." Terus saya jawab: "Enggak bisa! Kamu umur tujuh belas tahun aja masih lima tahun lagi masa sekarang udah minta mobil?" Terus dia senyum, kemudian saya ngomong: "Baiklah, nak, kamu mau minta yang apa? Nokia atau Blackberry?" *loh?*

Setelah saya baca-baca ulang, kok ya ternyata yang jadi favorit saya aneh-aneh juga ya, berarti saya normal dong? Enggak aneh? Tapi saya setuju dengan lagunya Julie Andrews yang My Favorite Things itu:
When the dog bites, when the bee stings, when I'm feeling sad, I simply remember my favorite things, and then I don't feel so bad.

Cheer up, Everybody. God loves you! Plusss... BESOK HARI VALENTINE DAN IMLEK-AN booo... Dengan ini saya mengucapkan: Met merayakan hari valentine yaaa... Ingat Valentine enggak cuma buat pasangan-pasangan kekasih aja, Valentine juga buat keluarga dan teman-teman! Met merayakan Tahun Baru Cina juga (buat yang merayakan), jangan lupa angpao buat saya... ;)

Saturday, 13 February 2010
4:52 pm

3 komentar ajah:

Alrezamittariq said...

kunjungan pertamax...salam kenal...

Grace Receiver said...

Sama. Saya juga suka harum kopi, tapi kalau hujan sih, saya lebih suka suara hujan menitik di atap rumah. Bisa jadi terapi setelah kesibukan sehari-hari yang bikin penat.

jc said...

@Alrezamittariq: Halo.. salam kenal juga.. ^^

@Grace Receiver: iya hujan menitik di atap rumah menandakan bahwa kita punya tempat berlindung ya? hehehehe..